Sabtu, 28 April 2012

BAKPIA

BAKPIA

       Kota Yogyakarta selama ini terkenal sebagai sentranya jajanan bakpia di Indonesia. Di kota ini, makanan bulat kecil yang produksinya berbasis rumah tangga tersebut hampir selalu bisa ditemui di tiap pusat jajanan yang tersebar di sudut kota.
       Bakpia adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula, yang dibungkus dengan tepung, lalu dipanggang. Istilah bakpia sendiri adalah berasal dari dialek Hokkian, yaitu dari kata "bak" yang berarti daging (umumnya daging babi) dan "pia" yang berarti kue, yang secara harfiah berarti roti berisikan daging. Di beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa legit ini dikenal dengan nama pia atau kue pia.
       Di Yogyakarta, Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok. Mengingat masyarakat Jogja cukup banyak yang beragama Islam, pada perkembangannya, isi bakpia yang semula daging babi pun diubah menjadi kacang hijau. Kemudian rasa-rasa dari bakpia dikembangkan menjadi cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam.
       Lezatnya rasa bakpia menjadikan kue ini menjadi salah satu favorit para wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Bakpia bisa didapatkan di toko bakpia atau toko yang menjual oleh-oleh khas Jogja.



YANGKO


       Yangko adalah makanan berbentuk segi empat kecil-kecil ini terbuat tari tepung beras ketan dengan berbagai bumbu lainnya. Makanan ini dikemas dalam kardus dan merupakan makanan khas Kotagede. Rasa pilihan yang ditawarkan adalah rasa nanas, rasa durian, rasa coklat dan aneka rasa lainnya.
       Yangko juga sangat cocok di jadikan sebagai makanan yang disajikan untuk para tamu atau acara keluarga. Makanan ini tersedia dan bisa kita dapatkan diberbagai pusat jajan dan oleh-oleh di Yogyakarta



KIPO

        Kipo merupakan makanan yang berasal dari Jogjakarta yang terkenal selain Bakpia atau Yangko dan merupakan makanan khas Kotagede  selain Yangko. Kipo adalah makanan  atau biasa disebut jajanan pasar yang terbuat dari adonan tepung ketan dan diisi dengan yang namanya enten-enten atau campuran dari parutan kelapa dicampur dengan gula jawa, dan di panggang atau dibakar sesaat yang akan menghasilkan rasa manis dan gurih.
Kipo pertama kali dijajakan oleh bu Djito di pasar lalu orang-orang sering bertanya dengan kata-kata, "Iki opo?" atau "Ini apa?" dengan maksud ingin menanyakan jenis makanan apakah yang ibu Djito bawa tersebut. Karena pertanyaan itulah lalu kemudian makanan ini dinamakan Kipo. .
     Sampai sekarang pun tidak banyak orang yang mengenal Kipo sebagai makanan khas Kotagede walaupun mereka sering mampir ke Kota Jogja, makanan ini sangat khas dengan warnanya yang hijau dan coklat ditengah hasil perpaduan antara gula merah dan kelapa.

0 komentar:

Posting Komentar